top of page
  • Writer: bukanplanetkita
    bukanplanetkita
  • Apr 24, 2019
  • 2 min read

Updated: May 26, 2019


www.aromaweb.com

Tau nggak sih kalau ternyata dampak global warming bisa merusak kesehatan mental? Ada sebuah artikel jurnal judulnya "Empirical evidence of mental health risks posed by climate change" (2018) yang diterbitkan Proceedings of National Academy of Sciences berisikan bahwa suhu yang lebih panas dari biasanya dan peningkatan curah hujan berkontribusi terhadap gangguan mental. Jadi disini mereka melakukan survey kepada 2 juta responden dan hasilnya rata-rata para responden mengalami peningkatan masalah kesehatan mental sebesar 0,5 % pada bulan-bulan ketika suhunya melebihi 30 derajat celcius.


Gak cuman dengan cuaca panas, hujan yang turun puluhan kali dalam sebulan dengan intensitas tinggi bisa menyebabkan berbagai bencana seperti badai tropis dan hal ini bisa meningkatkan potensi gangguan mental bagi orang-orang yang terkena bencana tersebut. Ngeri ya? Salah satu bencana yang sempet terjadi yaitu badai katrina pada tahun 2005 lalu yang menerjang di sepanjang Pantai Teluk AS, para warga yang bermukim di area tersebut mengalami gangguan kesehatan mental.


Selain penelitian Obradovich dkk, masih ada penelitian lain yang menunjukkan bahwa perubahan iklim bisa merusak kesehatan mental. Penelitian Marshall Burke dkk yang diterbitkan di jurnal Nature menemukan bahwa panas dan kekeringan memperbesar resiko bunuh diri dan gangguan jiwa.


Selian itu, pada 2017 American Psychological Association menetapkan bahwa stres yang berujung pada peningkatan penyalahgunaan obat-obatan atau zat anti-depresan disebabkan oleh perubahan iklim. Wah gak nyangka kan kalo dampak dari global warming bisa memicu hal-hal kayak bunuh diri dan gangguan jiwa?


Disisi lain, penelitian Obradovich juga menegaskan bahwa perubahan iklim berkorelasi dengan masalah kesehatan mental. Artinya, perubahan iklim belum tentu jadi penyebab utama masalah kesehatan mental. Para peneliti memperkirakan kalo perubahan iklim bisa aja gak lagi berdampak pada kesehatan mental di masa depan. Dengan syarat, manusia mampu beradaptasi dengan iklim yang panasn, dapet penanganan psikologis dan sosial, membina kesiapan mental atau mampu mencari tempat yang lebih dingin.


Dari paparan di atas, kita jadi tau kalau ternyata dampak global warming gak cuman menimbulkan penyakit-penyakit fisik, tetapi juga sampe penyakit mental. Miris kalo misalnya abis baca ini fikiran kalian masih belum terbuka tentang parahnya dampak global warming... Bumi ini kita tinggalin bersama dan kita jaga bersama, bukan cuman tugas pemerintah untuk mengeluarkan berbagai kebijakan buat melindungi lingkungan, tapi balik lagi ke dalam diri kita dengan menanamkan berbagai hal-hal postif (gak buang sampah sekecil apapaun, stop pake botol plastik, kurangin berkendara pribadi, dll) supaya kita bisa terus ikut berkontribusi mengurangi global warming yang sedang terjadi.



Ditulis oleh

Avisha Pramestyani

Updated: May 26, 2019


journalistsresource.org

Belum lama ini NASA mengumumkan kalau 2018 jadi salah satu tahun terpanas selama 139 tahun terakhir. Ilmuwan NASA Goddard Institute for Space Studies (GISS) juga berkata bahwa suhu global pada tahun 2018 lebih hangat 0,83 derajat celcius daripada periode 1951-1980. Setelah 2016, 2017, dan 2015, tahun 2018 menempatkan diri ada di posisi keempat yang memiliki suhu terpanas. Dampak dari pemanasan global tahun kemarin juga dirasain di sejumlah bagian bumi, termasuk gelombang panas di Australia, kemarau panjang di Amerika Serikat (AS), dan es yang mencair di Kutub Utara dan mengakibatkan kenaikan air laut.


Kalau kalian sempet baca berita ban meleleh di Australia, nah itu dampak dari pemanasan global kemarin. Bahkan suhunya mencapai 49 derajat celsius. Gak kebayang sepanas apa waktu itu. Mirisnya lagi, ada salah satu foto kuda-kuda di Australia yang mati karena dehidrasi dan kepanasan karena lubang air mereka mengering dan kelelawar yang lagi bergelantungan di pohon terus jatuh karena saking panasnya suhu di Australia waktu itu.



Banyak dari kita juga sering ngeluh “ampun panas banget hari ini”, “gila panas banget kaki gue belang” dan lain-lain. Please, mulai sekarang jangan cuman ngeluh dan ngedumel, tapi berubah. Berubah dari hal-hal kecil yang mungkin kalian ga sadar itu berarti banget buat bumi ini. Entah kalian simpen sampah plastik kalian dan jangan dibuang sembarangan, matiin listrik kalau bener-bener gak dipake lagi, kurangin penggunaan kendaraan pribadi karena bisa meningkatkan intensitas karbondioksida, atau mulai sekarang bawa tas belanja kemana-mana dan stop pake kantong plastik. Simple kan? Iya simple tapi banyak yang menyepelekan hal-hal kayak gini.


Earth does not belong to us, We belong to earth.

-Chief Seattle


Kita mungkin gak tau ada lebih banyak hewan punah diluar sana karena global warming. Mereka juga hidup kayak kita, butuh air dan gak kuat dengan suhu ekstrim. Tapi disini kita yang dikasih akal dan hati nurani untuk bisa melakukan hal-hal yang membuat bumi lebih baik. Jadi, siap gak untuk melakukan perubahan tahun 2019 ini?


Ditulis oleh

Avisha Pramestyani


  • Writer: bukanplanetkita
    bukanplanetkita
  • Apr 10, 2019
  • 1 min read

Updated: May 26, 2019


Bukan hal yang mengagetkan lagi jika hari ini dan detik ini bumi kita sedang mengalami pemanasan global atau global warming. Berbagai dampak yang terjadi akibat global warming terus bertambah. Baik dari musnahnya makhluk hidup sampai berbagai bencana alam seperti banjir bandang, kekeringan, badai, naiknya permukaan air laut dan lain sebagainya. Sebagian bencana yang terjadi dikarenakan suhu bumi yang semakin meningkat.


Beberapa ilmuwan mengatakan bahwa plastik dapat mengeluarkan gas metana dan etilena pada saat terkena sinar matahari dan rusak. Para peneliti juga melakukan tes pada produk plastik seperti botol air, wadah makanan, dan botol plastik. Gas metana, baik yang buatan maupun yang alami merupakan penyebab utama dari perubahan iklim.


Kita tahu bumi yang kita tempati semakin tua dan fakta ini seharusnya membuat kita lebih memedulikan nasib bumi kedepannya. Mulai dari sekarang, STOP menggunakan botol plastik sekali buang dan berbagai wadah plastik lainnya. Gunakan botol botol minum yang reuseable atau yang dapat digunakan berkali-kali. Kontribusi kecil akan mengakibatkan hal besar.


Dan tahu nggak sih, aktris dan aktor korea sudah banyak yang mengampanyekan #PlasticFreeChallenge salah satunya yaitu aktor Kim Seon Ho. Nah kamu jangan mau ketinggalan yaa. Yuk Stop Pake Plastik!


Sayangi bumi, karena bumi ini bukan planet kita.



Ditulis oleh

Avisha Pramestyani

bottom of page